PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) melalui penyelenggaraan PAMA Safe School Challenge di SMK Negeri 3 Tuban.

Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Menurutnya, budaya keselamatan tidak hanya penting diterapkan di lingkungan industri, tetapi juga perlu dibangun sejak peserta didik masih berada di bangku sekolah.

Selain menggelar kompetisi Safety Talk, Safety Quiz Battle, dan Poster Safety, PAMA juga meresmikan gerobak sampah listrik (ECOPA) hasil inovasi siswa SMK Negeri 3 Tuban sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi ramah lingkungan di sekolah.

Program PAMA Safe School yang telah berjalan selama dua tahun menjadikan SMK Negeri 3 Tuban sebagai sekolah percontohan dalam penerapan budaya keselamatan. Keberhasilan program tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di berbagai wilayah operasional PAMA.

Kepala SMK Negeri 3 Tuban, Sholahuddin, ST., M.Si., mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan PT PAMA. Ia menyampaikan bahwa dukungan perusahaan telah memperkuat implementasi budaya keselamatan sekaligus mendorong berbagai inovasi lingkungan di sekolah, seperti pengelolaan sampah dan pengolahan kompos. Berkat komitmen tersebut, SMK Negeri 3 Tuban berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan kini tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata ASEAN.

Pada ajang tersebut, Rondiah Indah Juwita, siswi kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), berhasil meraih Juara 1 Safety Talk Competition setelah menjalani persiapan secara intensif bersama pembimbing. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan budaya keselamatan di sekolah mampu melahirkan peserta didik yang kompeten sekaligus percaya diri.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan dunia industri, diharapkan budaya K3LH dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda, sehingga mereka siap menerapkannya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memasuki dunia kerja di masa depan.